Selasa, 2 November 2010

Doa Meminta Hujan


Doa Meminta Hujan


Kisah 1


Telah diriwayatkan bahwa Ka?b Al Ahbar berkata : ?
Dimasa Musa A.S, pernah terjadi masa kekeringan yang panjang yang menimpa Bani Israil. Maka keluarlah Musa A.S bersama mereka ke suatu tempat untuk ber istisqa (shalat atau doa minta hujan). Namun sudah tiga kali mereka melakukannya tanpa hasil. Maka Allah S.W.T mewahyukan kepada Musa A.S ?Aku takkan mengabulkan untukmu atau untuk mereka, sementara diantara kalian ada seorang pemfitnah.? Musa bertanya : ? Ya Allah, siapakah dia ? Kami akan mengeluarkannya dari kalangan kami?. Lalu Allah mewahyukan lagi kepada Musa A.S : ?Hai Musa, bagaimana mungkin Aku melarangmu melakukan fitnahan sementara Aku sendiri melakukannya ?!?. Maka berkatalah Musa A.S kepada bani israil : ?bertaubatlah kalian semua kepada Allah S.W.T dari perbuatan memfitnah?. Dan mereka pun bertaubat. Setelah itu, Allah S.W.T mengirimkan hujan kepada mereka

Kisah 2


Berkata Abu Ash-Shiddiq An-Najiy :
Nabi Sulaiman A.S pernah keluar berdoa untuk meminta hujan. Dalam perjalanannya itu, ia melihat seekor semut yag terkapar diatas punggungnya, mengangkat kaki kaki nya keatas langit, seraya berkata :?Ya Allah, aku adalah seekor mahluk diantara mahluk mahluk-Mu. Kami semuanya tidak mungkin terlepas dari ketergantungan kepada rezeki Mu. Maka janganlah Engkau membinasakan kami akibat dosa dosa yang dilakukan oleh selain kami.?. Maka berkatalah Nabi Sulaiman A.S kepada orang orang yang bersamanya: ? Pulanglah kalian semua! Pastilah kini kamu akan di beri hujan, berkat doa dari (mahluk) selain kamu!?

Kisah 3


Yahya Al-Ghassaniy berkata :
Pada suatu ketika, dimasa Nabi Daud A.S, terjadi kekeringan. Maka mereka memilih tiga diantara para ulama untuk memimpin mereka berdoa memohonkan hujan, dan keluarlah mereka bersama sama di padang terbuka. Lalu seorang dari ketiga ulama itu berdoa: ?Ya Allah, engkau telah menurunkan perintah dalam Taurat-Mu agar kami memaafkan siapa yang menzalimi kami. Ya Allah sungguh kami telah menzalimi diri kami sendiri, maka ampunilah kami!?.

Dan berkatalah yang kedua :
Ya Allah, engkau telah menurunkan perintah dalam Taurat-Mu, agar kami membebaskan budak budak kami. Ya Allah, sesungguhnya kami adalah budak budak-Mu, maka bebaskanlah kami dari azab-Mu

Dan berkatalah yang ketiga :
Ya Allah, engkau telah menurunkan perintah dalam Taurat-Mu, agar kami tidak sekali kali menolak kaum fakir-miskin apabila mereka berdiri di pintu rumah rumah kami. Ya Allah, sungguh kami adalah kaum miskin-Mu, yang kini berdiri di pintu-Mu. Maka janganlah Engkau menolak kami!?.

Maka turunlah hujan atas mereka


Kisah 4 :


Dan telah berkata Atha As-Silmy:
pada suatu ketika, kami mengalami kekeringan, lalu kami keluar untuk berdoa memohon hujan. Tiba tiba kami melihat Sa?dun, yang di juluki si majnun (karena dianggap kurang waras). Ia sedang berdiri di tempat pekuburan. Ia memandang kepadaku, lalu bertanya : ?Hai Atha?, apakah hari ini hari kebangkitan, hari ketika kubur kubur di bongkar ??

Tidak, jawabku. Kami sedang kekeringan, karena itu kami keluar untuk meminta Hujan?.

Hai Atha, katanya lagi, Apakah kalian keluar dengan jiwa jiwa ?ardhi? (yg terikat dengan bumi / dunia) ataukah dengan jiwa jiwa ?samawi? (yang terikat dengan langit / Tuhan) ??

Dengan jiwa jiwa samawi?


Sungguh jauh wahai Atha??, katakanlah kepada mereka yang senang hidup bermewah mewah, janganlah kalian bermewah mewah! Sungguh sang pengecam adalah bijak,?. Kemudian ia memandang ke arah langit dan berkata : Ya Ilaahi, Ya Sayyidi, Ya Maulay, janganlah engkau binasakan negeri-Mu sebagai balasan atas dosa dosa hamba Mu. Demi rahasia yang terpelihara (as-sirr al maknun) dari nama nama-Mu yang mulia, dan demi karunia-Mu yang meliputi segalanya, turunkanlah untuk kami, hujan lebat yang membawa kebaikan, agar dengannya Kau-?hidupkan? kembali hamba-Mu dan Kau-?segarkan? kembali negeri negeri-Mu. Wahai Tuhan Yang Maha Memiliki Kuasa untuk melakukan apa saja yang Ia kehendaki,?

Berkata Atha? selanjutnya : begitu selesai ucapannya itu, tiba tiba halilintar menerangi langit, diiringi suara guntur yang menggemuruh dan hujanpun turun dengan lebatnya, seolah olah dituangkan dari berjuta juta tempayan. Kemudian Sa?dun si Majnun meninggalkan tempat itu sambil berdendang :

'Sungguh berjaya ahli zuhud dan ibadah
'Yang senantiasa melaparkan diri demi Tuhan mereka
'Dengan mata lelah trus bergadang demi Cinta kepada-Nya
'Begitulah senantiasa malam mereka berlalu
'Disibukkan oleh ibadah kepadaNya selalu
'Sampai manusia mengira akal mereka tak waras lagi



Kisah 5


Ibn Al Mubarak berkata : Aku pernah datang ke madinah pada suatu tahun ketika berlangsung kekeringan yang amat sangat. Lalu khalayak pergi ke luar kota untuk melakukan shalat minta hujan. Dan aku pun ikut bersama mereka. Tiba tiba datang seorang pemuda berkulit hitam dan berpakaian dua helai kain yang amat kasar, sehelai dipakainya sebagai sarung, sehelai lagi di letakkan diatas bahu nya. Ia duduk di sampingku, lalu kudengar ia bergumam: Wahai Tuhanku, wajah wajah ini telah menjadi kusam disebabkan banyaknya dosa dan perbuatan buruk. Kini engkau telah menahan hujan dari kami sebagai hukuman atas hamba hamba-Mu. Maka aku memohon kepada-Mu, wahai Yang Maha Pengasih, Yang hamba hamba Nya tiada mengenal dari-Nya selain segala yang baik, agar engkau menurunkan hujan atas mereka sekarang, dan sekarang juga!?

Ia terus menerus mengulang kata kata sekarang, sekarang, sekarang, ??..? sampai kulihat langit mulai dipenuhi awan, dan tak lama kemudian, hujanpun turun dari segala penjuru.

Berkata Al Mubarak selanjutnya. ?setelah itu, aku pergi memui Al Fudhail. Ketika meihatku ia berkata : ? mengapa wajahmu tampak sendu??. Aku berkata kepadanya : ?ada suatu masalah yang orang lain telah mendahului kami dalam menanganinya. Lalu kuceritakan kepadanya kisa si pemuda hitam tadi. Dan seketika itu juga ia langsung jatuh pingsan.

Kisah 6 :


Diriwayatkan pada suatu waktu, Nabi Isa A.S keluar bersama kaumnya ke sebuah padang terbuka, untuk berdoa meminta hujan. Namun ketika hujan tidak turun juga dan mereka mulai merasa jemu, Isa A.S berkata : Barangsiapa diantara kalian yang merasa telah melakukan doa, hendaklah ia pulang!?.

Maka pulanglah mereka semuanya, sehingga tidak ada yang tinggal bersamanya di padang terbuka itu, kecuali seorang saja. Dan bertanyalah Isa A.S kepadanya : Apakah engkau tidak pernah berbuat dosa ??. orang itu menjawab : Demi Allah, sepanjang pengetahuanku, tak ada dosa yang pernah kulakukan, kecuali satu kali. Pada suatu hari, aku sedang bershalat ketika seorang perempuan lewat di depanku. Dan aku pun memandanginya dengan sebelah mataku. Maka ketika perempuan itu telah melampaui tempatku berdiri, kumasukkan jariku kedalam mataku dan kucabut ia dari tempatnya. Lalu kuikuti si perempuan dengan membawa mataku itu ?.

Mendengar itu, Nabi Isa A.S berkata kepadanya : Kalau begitu, berdoalah kepada Allah, sementara aku akan mengikutinya dengan meng-amien-kan doamu itu.? Maka mulailah ia berdoa. Dan tak lama kemudian, tampak awan berserakan di langit, dan hujan pun turun dengan lebatnya, sehingga mereka tak kekurangan air lagi.

Dari Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Nabi Idris a.s

Nabi Idris adalah keturunan keenam daripada nabi Adam. Nama baginda ialah Idris bin Mahlail bin Qinan bin Anusy bin Syits bin Adam dan na...